Berbagi dengan Tujuan


Link YouTube

🌟 Mengajar dari Hati ke Hati 🌟

Pemuritan yang intensional ibarat sebuah perjalanan yang memerlukan tujuan jelas dan kendaraan yang tepat. Saat kita membagikan kebenaran, penting untuk melakukannya dari hati ke hati, bukan sekadar dari pikiran ke pikiran. Dengan memahami pikiran, perasaan, dan kehendak orang yang kita ajar, kita dapat menciptakan perubahan yang berarti dalam hidup mereka.

Mari manfaatkan setiap kesempatan untuk berbagi kebenaran dengan tulus, sehingga kita dapat membawa orang-orang yang kita layani menuju transformasi yang diinginkan Tuhan. Selamat mengajar dan berbagi! 🙏✨

Pemuritan intensional diibaratkan seperti perjalanan, di mana kita harus mengetahui tujuan dan menggunakan metode yang tepat untuk mencapainya. Pemuritan ini melibatkan perubahan hidup yang jelas dan proses yang terarah. Salah satu prinsip penting dalam mengajar adalah "hukum hati," yang mengajarkan bahwa pengajaran yang efektif harus dilakukan dari hati ke hati, bukan hanya dari pikiran ke pikiran. Ini berarti menghubungkan pikiran, perasaan, dan kehendak kita dengan orang yang kita ajar. Untuk menyampaikan kebenaran, kita perlu mempertimbangkan apa yang penting bagi kita, bagaimana perasaan kita terhadap kebenaran tersebut, dan tindakan apa yang ingin kita dorong pada orang lain. Dengan berbagi dari hati ke hati, kita dapat membantu orang lain mengalami perubahan yang diinginkan dalam hidup mereka.

  • Pemuritan intensional adalah proses yang memiliki tujuan jelas dan mengarah pada perubahan hidup.
  • Penting untuk menggunakan "kendaraan" yang tepat dalam pemuritan untuk mencapai tujuan.
  • Kebenaran harus dibagikan secara intensional untuk mempengaruhi orang lain.
  • Prinsip hukum hati dari Howard Hendricks: mengajar harus dari hati ke hati, bukan hanya dari pikiran ke pikiran.
  • Hati mencakup keseluruhan hidup seseorang: pikiran, perasaan, dan kehendak.
  • Dalam mengajar, penting untuk mengajukan tiga pertanyaan:
    1. Apa yang penting dari kebenaran ini?
    2. Apa yang saya rasakan terhadap kebenaran ini?
    3. Apa yang ingin saya lakukan dan harapkan orang lain lakukan setelah belajar kebenaran ini?
  • Mengkomunikasikan kebenaran dari hati ke hati dapat membawa perubahan dalam hidup orang lain.
  • Setiap kesempatan berbagi dari hati ke hati dapat mengasah kemampuan dan membawa orang menuju perubahan yang diinginkan Tuhan.

Berikut adalah 8 pertanyaan refleksi/diskusi berdasarkan transkrip tersebut:

  1. Apa yang dimaksud dengan pemuritan yang intensional, dan mengapa penting untuk memiliki tujuan yang jelas dalam proses tersebut?

  2. Bagaimana cara kita dapat memastikan bahwa kita menggunakan "kendaraan" yang tepat dalam pemuritan orang lain?

  3. Apa perbedaan antara mengajar dari hati ke hati dan dari pikiran ke pikiran? Mengapa perbedaan ini penting dalam proses pemuritan?

  4. Dalam konteks hukum hati, bagaimana pikiran, perasaan, dan kehendak saling berhubungan saat kita mengajar orang lain?

  5. Apa yang Anda temukan sebagai kebenaran penting dalam hidup Anda yang ingin Anda bagikan kepada orang lain? Mengapa hal itu penting bagi Anda?

  6. Bagaimana perasaan Anda terhadap kebenaran yang ingin Anda sampaikan dapat mempengaruhi cara Anda mengajarkan kebenaran tersebut?

  7. Apa langkah konkret yang dapat Anda ambil untuk memastikan bahwa orang yang Anda ajar juga mengalami perubahan yang sama seperti yang Anda alami?

  8. Dalam pengalaman Anda, bagaimana Anda dapat menggunakan setiap kesempatan untuk berbagi kebenaran dari hati ke hati? Apa tantangan yang mungkin Anda hadapi?

Kategori:  PEMURIDAN INTENSIONAL