🌍✨ Mari kita buka pikiran kita untuk memahami bahwa pelayanan misi urban tidak terbatas pada asumsi-asumsi keliru. Seperti dalam kuis sembilan titik, sering kali kita terjebak dalam batasan yang kita buat sendiri. Saatnya kita keluar dari "kotak" imajinasi dan melihat bahwa setiap orang, di mana pun mereka berada, memiliki peran dalam menyebarkan Injil.
💡 Dengan semboyan "Seluruh umat membawa seluruh Injil kepada seluruh dunia," kita diajak untuk merefleksikan kembali cara kita memandang pelayanan. Mari bergandeng tangan, belajar bersama, dan menerapkan prinsip ini dalam kehidupan sehari-hari. Bersama, kita bisa mewujudkan misi yang lebih luas dan berdampak! Tuhan memberkati.
Transkrip ini membahas hambatan dalam pelayanan misi urban, dimulai dengan kuis menghubungkan sembilan titik dengan empat garis lurus. Kesulitan muncul dari asumsi keliru bahwa garis tidak boleh keluar dari "kotak" yang sebenarnya hanya ada dalam pikiran. Tiga asumsi keliru yang menghambat pelayanan adalah: 1) Pekerja pelayanan hanya meliputi orang tertentu, 2) Bidang pelayanan dianggap terbatas pada beberapa aspek saja, dan 3) Lingkup pelayanan hanya untuk kelompok tertentu. Semboyan Lawson Movement menekankan pentingnya seluruh gereja membawa seluruh injil kepada seluruh dunia. Pesan inti adalah pentingnya mengevaluasi asumsi yang menghambat pelayanan agar misi dapat dilaksanakan dengan baik. Diharapkan peserta dapat belajar dan menerapkan konsep ini dalam kelompok kecil.
Berikut adalah 8 pertanyaan refleksi/diskusi berdasarkan transkrip yang diberikan:
Kategori: URBAN WHOLE MISSION