🌍✨ Dalam dunia yang terus berubah, misi kekristenan menghadapi tantangan dan peluang baru. Center for the Study of Global Christianity mengungkapkan bahwa saat ini, kita hidup di tengah orang-orang dari tiga kategori: Dunia A, B, dan C. Khususnya, Dunia C yang terdiri dari 32% populasi global, di mana 22% di antaranya adalah orang Kristen nominal yang perlu diinjili ulang.
🏙️ Dengan banyaknya orang dari berbagai latar belakang yang datang ke kota-kota kita, saatnya gereja membuka pintu dan menyambut mereka. Mari kita bangun relasi, berbagi kasih, dan membawa berita Injil kepada mereka yang membutuhkan. Bersama, kita bisa menjangkau setiap jiwa, baik yang sudah mengenal Kristus maupun yang belum. Tuhan memberkati! 🙏💖
Transkrip ini membahas tentang pengelompokan populasi dunia berdasarkan hubungan mereka dengan Injil, yang dilakukan oleh Center for the Study of Global Christianity. Mereka membagi dunia menjadi tiga kategori:
Dunia C: Orang-orang yang mengidentifikasi diri sebagai Kristen (32% dari populasi global), terdiri dari:
Dunia B: Orang-orang yang memiliki akses untuk mengenal Yesus tetapi belum percaya (28%).
Dunia A: Orang-orang yang tidak memiliki akses kepada Injil (unreached) dan sangat sedikit terjangkau (kategori STA).
Saat ini, banyak orang dari ketiga dunia ini berpindah ke kota-kota untuk pendidikan dan pekerjaan. Oleh karena itu, gereja perlu mengubah strategi dari mengutus misionaris ke menyambut dan melayani mereka yang datang ke kota, termasuk melakukan penginjilan ulang bagi Kristen nominal dan membangun relasi dengan orang-orang di sekitar.
Berikut adalah 8 pertanyaan refleksi/diskusi berdasarkan transkrip yang diberikan:
Apa yang dimaksud dengan kategori dunia A, B, dan C dalam konteks kekristenan, dan bagaimana masing-masing kategori ini berbeda satu sama lain?
Mengapa penting untuk membedakan antara orang Kristen nominal dan orang Kristen sejati dalam penginjilan?
Bagaimana peran gereja dalam menyambut dan melayani orang-orang dari dunia A, B, dan C yang datang ke kota-kota kita?
Apa tantangan yang dihadapi gereja dalam melakukan penginjilan ulang kepada orang Kristen nominal?
Dalam konteks urban, bagaimana cara gereja dapat membangun relasi dengan orang-orang dari dunia B yang belum percaya?
Mengapa akses terhadap Injil menjadi faktor penting bagi orang-orang dalam kategori dunia A?
Apa langkah-langkah konkret yang dapat diambil oleh gereja untuk menjadi penyambut yang baik bagi orang-orang dari dunia A, B, dan C?
Bagaimana pemahaman tentang demografi kekristenan ini dapat mempengaruhi strategi misi gereja di masa depan?
Kategori: URBAN WHOLE MISSION